|
Aksi Kamisan Istana Negara |
|
|
|
Senin, 09 November 2009 |
No Translation Available
Untuk yang ke 134 pekan, aksi
kamisan di depan Istana Negara Jakarta
digelar kembali pada tanggal 5 November 2009 kemarin. Aksi ini memberikan makna
tersendiri bagi korban pelanggaran HAM dan aktivis anti korupsi. Sejumlah
aktivis senior turut turun ke jalan memberikan dukungan. Di antaranya Lerry Mboik
(Kupang), Romo Sandyawan, Dadang Trisansongko, Suciwati, Soraya dan hadir pula beberapa aktivis anti
korupsi. Aksi ini diharapkan menjadi
media konsolidasi bagi gerakan rakyat anti korupsi dalam memerangi korupsi dan
memperjuangkan keadilan hukum di negeri ini. Aksi ini diikuti oleh
Jaringan Solidaritas Keluarga Korban pelanggaran hak asasi manusia dan NGO
lainnya seperti YAPPIKA, ICW, Kontras, JRK, Seknas Fitra, dan para aktivis
lainnya. Tujuan aksi kamisan ini
ialah menagih janji presiden dan mengingatkan kepada publik terkait dengan
belum tuntasnya persoalan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.
Ada yang berbeda dalam aksi kamisan kemarin. Aksi ini tidak hanya mengusung
tentang pelanggaran HAM melainkan tentang gerakan anti korupsi. Nampak poster
anti korupsi dan gambar pelaku mafia peradilan terpajang di depan istana negara.
Gemuruh orasi para pegiatan HAM dan anti korupsi untuk menentang korupsi dan
menegakkan keadilan bagi para korban pelanggaran HAM memecah kesunyian istana
negara. Dari sini kita berharap suara rakyat didengar dan dijadikan
pertimbangan penting dalam pengambilan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan
dan keadilam HAM bagi rakyat. (EL)
|