yappika.or.id

Home
Pelatihan Keaksaraan Fungsional "Dari Relawan untuk Relawan" Print E-mail
Kamis, 14 Januari 2010
No Translation Available
“Dari Relawan Untuk Relawan”, ini kalimat yang sangat tepat untuk menggambarkan kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Yappika. Selasa tanggal 5 Januari 2010, Yappika mengadakan pelatihan “Tutor Keaksaraan Fungsional”. Pelatihan ini diadakan dengan maksud untuk membekali relawan yang akan menjadi tutor dalam program pembelajaran Keaksaraan Fungsional bagi perempuan (Ibu).
 
Program Pembelajaran Keaksaraan Fungsional bagi Perempuan (Ibu) merupakan salah satu program Yappika yang akan diadakan pada tahun 2010 ini. Program ini ingin memberdayakan perempuan khususnya para ibu yang mengalami buta aksara. Kenapa hanya untuk para ibu yang buta aksara? Alasannya karena ibu punya andil besar mendidik anak dalam keluarga. Jika ibunya tidak mempunyai kemampuan yang cukup maka akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Selain itu, jika dilihat dari jumlah angka buta akasara di Indonesia, 64% nya adalah perempuan, yaitu sebanyak 6,3 juta jiwa.
Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional ini merupakan salah satu rangkaian dari program Pembelajaran Keaksaraan Fungsional bagi Perempuan (Ibu). Tutor adalah orang yang membelajarkan atau orang yang memfasilitasi proses pembelajaran di kelompok belajar. Oleh karena itu tutor haruslah diberi pengetahuan terlebih dahulu bagaimana cara membelajarkan atau memfasilitasi warga belajar orangtua yang notabene berbeda dengan mengajar anak-anak.
 
Pelatihan tutor ini dibagi ke dalam empat sesi, yaitu Definisi Keaksaraan Fungsional, Identifikasi Kebutuhan dan Minat Peserta Didik, Strategi Pembelajaran Keaksaraan Fungsional, dan yang terakhir adalah Penilaian Keaksaraan Fungsional. Seperti tadi yang ditulis di atas, bahwa Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional ini dari relawan dan untuk relawan memang dilakukan. Jadi yang memberikan materi-materi tentang Keaksaraan Fungsional ini adalah relawan yang memang sudah berpengalaman dalam melakukan pembelajaran Keaksaraan Fungsional, baik secara teori maupun prakteknya di lapangan dan membagi ilmunya kepada relawan-relawan lain yang akan menjadi tutor.
 
Dalam proses Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional ini tidak hanya materi yang diberikan, tetapi para peserta diajak untuk praktek bagaimana cara mengajar peserta didik nantinya di lapangan. Walaupun pada awalnya malu-malu, namun setelah terbiasa mereka mulai percaya diri. Proses pelatihan tutor ini berjalan lancar sesuai dengan rencana. Para peserta pelatihan pun menilai pelatihan ini menyenangkan karena yang mengajar teman-temannya sendiri dan lebih mudah dipahami.(TUTU)


 
Next >

Kategori

Search

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

You can participate!
Send your article to:
yappika@indosat.net.id

STATISTICS

Data since: 2008-09-04
Visits today: 26
Visits month: 445
Visits total: 79035

Site Language

Latest Events

No events