| Program Yappika Sebelumnya |
|
|
Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil Aceh (Acehnese Civil Society Organization Strengthening Programme/ANCORS)
Program berdurasi 3 tahun ini merupakan salah satu program Yappika yang dikembangkan dalam rangka turut berkontribusi dalam proses pengembangan sistem pemerintahan yang baik di Aceh di luar sektor fisik. Tujuan utama program adalah (1) Memperkuat kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) untuk mempengaruhi perumusan dan implementasi kebijakan pemerintah daerah dan pihak-pihak strategis lainnya, sekaligus meningkatkan partisipasi publik secara inklusif dalam pengambilan keputusan menyangkut penyediaan pelayanan dasar bagi warga; (2) meningkatkan kapasitas resource organisation di tingkat propinsi untuk mendukung peningkatan ketrampilan OMS melakukan advokasi kebijakan dan pengorganisasian masyarakat.
Sebelum perancangan program, Yappika terlebih dahulu melakukan kegiatan Pemetaan OMS di Aceh Pasca Tsunami. Temuan-temuan dari kegiatan penelitian tersebut menjadi salah satu dasar perancangan program. Kini program ANCORS dilakukan di 6 wilayah kabupaten dan mengangkat isu pelayanan hak dasar khususnya di bidang kesehatan, pendidikan dan administrasi kependudukan di wilayah Aceh. Isu ini dirasa cukup mendesak di samping pembangunan fisik pasca tsunami di Aceh. Enam wilayah kerja tersebut adalah Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Singkil. Sebanyak 14 mitra LSM lokal di tingkat kabupaten dan 2 mitra jaringan OMS di tingkat provinsi telah dipilih untuk bersama-sama mengembangkan program ini di wilayah kerja mereka.
Program Peningkatan Peran Masyarakat Sipil dalam Pengembangan KabupatenProgram ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan, mempromosikan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan serta melakukan advokasi untuk keadilan sosial. Melalui program in, Yappika berinisiatif memanfaatkan IMS sebagai alat untuk perencanaan wilayah kabupaten. Melalui kegiatan ini, Yappika berinisiatif memanfaatkan IMS sebagai alat untuk perencanaan wilayah kabupaten. Melalui kegiatan ini, diharapkan agenda-agenda pembangunan wilayah pada era otonomi daerah tidak disusun secara eksklusif oleh kalangan pemerintah, tetapi juga menampung kepentingan berbagai kalangan masyarakat yang disuarakan oleh/melalui OMS. Strategi yang digunakan untuk melaksanakan proyek ini adalah partisipatif, dan memanfaatkan dialog-dialog multipihak dalam rangka mendiskusikan isu-isu pokok tentang masyarakat sipil, maupun aksi-aksi yang perlu dikembangkan dalam rangka menumbuh-kembangkan masyarakat sipil yang sehat di tingkat Kabupaten. Selain partisipatif, seluruh aktivitas proyek ini pun dirancang sebagai ajang peningkatan kapasitas mitra lokal, melalui keterlibatan mereka dalam sebagian besar proses penting. Penyempurnaan instrumen-instrumen penelitian dan finalisasi proses fasilitasi IMS, misalnya, dirancang dengan keterlibatan penuh mitra lokal yang terpilih. Program ini merupakan kerja sama antara Yappika dan Australia Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS). Dalam program ini, Yappika memfasilitasi pengembangan jaringan masyarakat sipil tingkat kabupaten. Adapun wilayah kerja program adalah:
Pelayanan dan Keahlian Yappika
|
| Pencatatan data sejak: | 2008-09-04 |
| Kunjungan hari ini: | 18 |
| Kunjungan bulan ini: | 437 |
| Total kunjungan: | 79027 |