|
Jumat, 30 Oktober 2009 |
|
Kamis, 29 Oktober 2009, YAPPIKA menghadiri peluncuran buku, pemutaran film
dokumenter, dan pembacaaan puisi karya Sitor, sekaligus juga perayaan hari
lahir Sitor Situmorang. Acara ini digagas oleh Majalah Budaya TAPIAN dan
Jaringan Videomaker Independen (JAVIN). Acara ini juga dihadiri langsung oleh
Sitor Situmorang. Walaupun gurat-gurat ketuaan sudah tampak di wajahnya, namun
masih terlihat semangat yang tak pernah berubah.
Puncak acaranya adalah pemutaran film dokumenter tentang Sitor karya
teman-teman dari JAVIN. Walaupun hanya berdurasi 23 menit, tapi film ini sudah
menggambarkan jejak rekam Sitor Situmorang sejak zaman revolusi sampai dengan
zaman reformasi. Dua pertiga
dari usianya dihabiskan Sitor di negeri orang, namun nasionalisme Beliau tak
pernah luntur.
Dari pemutaran film dokumenter tersebut kita bisa lihat bagaimana seorang
Sitor tetap berkarya dalam kondisi dan situasi tertekan seberat apapun,
termasuk ketika terkungkung oleh tembok-tembok beton penjara. Ini sebagai suatu
pembelajaran untuk kita semua, bahwa kondisi sesulit apapun harus tetap
berkarya. Jika Sitor berkarya dengan syair-syairnya, maka kita juga bisa
berkarya dengan berbagi kepada semua orang sesuai dengan kapasitas yang kita
miliki. Jadi jangan pernah berhenti untuk berbagi.
|
|
|
Senin, 26 Oktober 2009 |
|
Pada tanggal 21 Oktober 2009
Yappika bersama Kontras, Komunitas Rupin Bogor- ICW, Walhi Nsaional, UPC dan
lain-lain mendeklarasikan Gerakan Oposisi Rakyat. Gerakan ini berangkat dari
keprihatinan atas terkonsentrasinya kekuatan politik formal pada satu kelompok
politik, keprihatinan atas “mandulnya” kekuatan partai politik untuk mengambil
peran mulia sebagai oposisi sejati, keprihatinan atas mengemukanya praktik
politik transaksional dengan wujud bagi-bagi kursi kekuasaan baik di eksekutif
maupun legislatif, keprihatinan atas menguatnya upaya pembungkaman dan
kriminalisasi terhadap aktivis HAM dan pro demokrasi, lingkungan hidup, anti
korupsi dan organisasi rakyat seperti: nelayan, petani, buruh dan perempuan
yang secara konstitusional memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh
Indonesia juga keprihatinan atas belum tercapainya kesejahteraan rakyat dan
keadilan bagi korban pelanggaran HAM.
Atas sejumlah keprihatinan
tersebut, kalangan mayarakat sipil mendeklarasikan GERAKAN OPOSISI RAKYAT.
Gerakan ini akan melakukan fungsi kontrol ekstraparlementer terhadap rejim yang
berkuasa dengan memastikan terpenuhinya hak-hak rakyat. Gerakan oposisi rakyat mengajak dan menyerukan
kepada seluruh rakyat Indonesia untuk:
- Meningkatkan solidaritas dan soliditas antara warga
negara sebagai modal dasar demokrasi
- Menjaga capaian proses demokrasi yang telah diraih
dengan tetap kritis
- Mengambil inisiatif dan mengembangkan sikap kritis
terhadap segala kebijakan negara dalam pola-pola terorganisir.
(Sumber: siaran pers Gerakan Oposisi Rakyat)
|
|
|
Kamis, 22 Oktober 2009 |
|
Senin, 12 Oktober 2009 YAPPIKA mengikuti FGD yang dilakukan
oleh peneliti INCITEGov, sebuah LSM berkantor di Filipina yang tengah mengadakan
penelitian tentang pola engagement CSO - pemerintah di Asia Tenggara. Penelitian
ini hendak melihat bagaimana dinamika proses engagement antara CSO - Pemerintah
di setiap negara, melihat best practices yang dikembangkan oleh CSO/pemerintah serta
menjajagi kerja sama CSO antar negara.Hasil penetian akan disampaikan di pertemuan Asia People Forum di Thailand.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 25 - 32 dari 138 |